
Subang, 31 Juli 2026 – PT Sang Hyang Seri (Persero) bersama Densus 88 AT Polri, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), serta Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan menyelenggarakan Panen Bersama Hasil Program Pemberdayaan Kemandirian dan Ketahanan Pangan sebagai wujud sinergi lintas sektor dalam membangun kemandirian ekonomi, memperkuat reintegrasi sosial, serta mendukung ketahanan pangan nasional.
Program ini merupakan kolaborasi antarkementerian, lembaga, dan BUMN dalam mendukung pemberdayaan eks-napiter melalui pengembangan sektor pertanian, perikanan, dan peternakan. Para peserta tidak hanya mendapatkan pembinaan, tetapi juga dibekali pengetahuan, keterampilan, serta pendampingan berkelanjutan agar mampu mengembangkan usaha produktif, meningkatkan kesejahteraan, dan berkontribusi positif bagi masyarakat.
Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah pengelolaan Danantara Indonesia yang bergerak di bidang perbenihan pertanian, PT Sang Hyang Seri (Persero) memberikan dukungan melalui penyediaan benih unggul berkualitas, transfer knowledge, pendampingan teknis budidaya, serta penguatan kapasitas peserta agar mampu mengoptimalkan potensi usaha di sektor pertanian. Dalam rangkaian kegiatan, peserta juga mengunjungi sentra perikanan dan peternakan untuk melihat hasil budidaya yang telah dimulai sejak tahun lalu, sehingga dapat memilih bidang yang sesuai dengan minat dan potensinya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto, Kepala BNPT Eddy Hartono, Kombespol Yogas Praska Kapteina. S.I.K, M,Sc. Kasatgaswil Jawa Barat Densus 88 AT Polri , Jajaran Kementerian PPN/Bappenas, serta Direksi PT Sang Hyang Seri (Persero).
Direktur Utama PT Sang Hyang Seri (Persero) menegaskan bahwa perusahaan berkomitmen mendukung program pemberdayaan melalui keahlian dan pengalaman di bidang perbenihan.
“PT Sang Hyang Seri (Persero) mendukung program ini melalui penyediaan benih unggul, riset dan inovasi genetika tanaman, transfer knowledge, serta pendampingan teknis budidaya. Sejalan dengan transformasi perusahaan, SHS tengah memperkuat kapabilitas riset untuk menjadi Tropical Genetics Company yang berfokus pada pengembangan varietas unggul adaptif, produktif, dan berdaya saing global.”
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto mengatakan bahwa kolaborasi lintas sektor ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat sistem pembinaan yang berorientasi pada kemandirian.
“Ini saya mendapatkan undangan dari BNPT. Kebetulan beliau bekerja sama dengan PT Sang Hyang Seri, mengelola lahan dengan pemberdayaan warga binaan ex narapidana. Sang Hyang Seri Ini memiliki lahan yang luar biasa besar, ada hampir 3.200 hektare, Mudah-mudahan nanti Ini menjadi bagian dari balai latihan kerja yang sama-sama kita kembangkan bersama PT Sang Hyang Seri dengan BNPT, dalam rangka untuk mendukung program ketahanan pangan Bapak Presiden.”
Kepala BNPT Komjen Pol. Eddy Hartono menegaskan bahwa pencegahan memerlukan pendekatan yang komprehensif melalui penguatan ketahanan masyarakat.
Terima kasih. Hari ini, ini merupakan tindak lanjut ya, dari program deradikalisasi di mana program integrasi sosial pada saudara-saudara kita mantan ex-napiter yang coba kita kembangkan untuk wirausahanya.
Salah satu peserta program, Dodi Suridi menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan melalui program pemberdayaan tersebut.
“Saya bersyukur mendapatkan pembinaan dan pendampingan dari seluruh pihak. Kini saya memiliki pengetahuan tentang budidaya pertanian, penggunaan benih unggul, serta wawasan di bidang perikanan dan peternakan sebagai bekal untuk membangun usaha yang mandiri, menghidupi keluarga, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.”
Melalui kegiatan Panen Bersama ini, PT Sang Hyang Seri (Persero), Densus 88 AT Polri, BNPT, Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, serta Polda Jawa Barat menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dalam membangun ekosistem pemberdayaan yang inklusif dan berkelanjutan. Kolaborasi ini diharapkan menjadi model nasional dalam pengembangan sektor pertanian, perikanan, dan peternakan yang mampu menciptakan kemandirian ekonomi, memperkuat reintegrasi sosial, mendukung upaya pencegahan, serta memperkuat ketahanan pangan dan pembangunan nasional.












