Sang Hyang Seri dan Legasi Alam Indonesia Jalin Kolaborasi Pengembangan Teknologi Biochar untuk Pertanian Berkelanjutan

WhatsApp
Facebook
Telegram
LinkedIn
X

Jakarta, 14 Oktober 2026 – PT Sang Hyang Seri (Persero) menjalin kerja sama strategis dengan PT Legasi Alam Indonesia melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) tentang Penelitian, Inovasi, dan Diseminasi Teknologi Biochar dalam Sektor Pertanian. Penandatanganan berlangsung di Kantor Pusat PT Sang Hyang Seri (Persero), Graha Gabah, Jakarta, pada Rabu (14/10).

Kerja sama yang melibatkan Direktur Utama PT Sang Hyang Seri (Persero), Adhi Cahyono Nugroho, dan Direktur Utama PT Legasi Alam Indonesia, Philip Cecil Rickard, ini menjadi langkah awal kedua perusahaan dalam menjajaki pengembangan dan pemanfaatan teknologi biochar sebagai salah satu inovasi yang berpotensi mendukung peningkatan produktivitas pertanian, perbaikan kualitas tanah, serta penerapan praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Biochar merupakan material kaya karbon yang dihasilkan dari proses pengolahan biomassa melalui pemanasan dalam kondisi oksigen terbatas. Dalam sektor pertanian, teknologi ini memiliki potensi untuk memperbaiki kualitas tanah, meningkatkan kemampuan tanah dalam menyimpan air dan unsur hara, serta mendukung pengelolaan lahan pertanian secara berkelanjutan.

Biochar memiliki potensi strategis bagi PT Sang Hyang Seri (Persero), tidak hanya dalam mendukung peningkatan kualitas tanah dan produktivitas tanaman padi, tetapi juga membuka peluang pengembangan perdagangan karbon (carbon trading) melalui kemampuan biochar dalam menyimpan karbon secara jangka panjang di dalam tanah pertanian. Potensi ini dapat menjadi salah satu peluang pengembangan nilai tambah usaha perusahaan yang mengintegrasikan peningkatan produktivitas pertanian dengan upaya pengurangan emisi dan pengelolaan karbon secara berkelanjutan.

Melalui Nota Kesepahaman tersebut, kedua perusahaan sepakat untuk menjajaki peluang kerja sama yang meliputi kegiatan penelitian dan pengembangan, diseminasi teknologi dan edukasi, serta bidang lainnya yang disepakati bersama oleh para pihak.

Direktur Utama PT Sang Hyang Seri (Persero), Adhi Cahyono Nugroho, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam mendorong pemanfaatan inovasi dan teknologi untuk mendukung pertanian yang lebih produktif dan berkelanjutan.

“Penguatan sektor pertanian tidak hanya bergantung pada ketersediaan benih unggul, tetapi juga perlu didukung oleh kualitas lahan dan penerapan teknologi yang tepat. Melalui kolaborasi ini, kami ingin membuka peluang pengembangan teknologi biochar yang diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi produktivitas pertanian sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan,” ujar Adhi.

Lebih lanjut, Adhi menilai bahwa pengembangan biochar juga memiliki prospek ekonomi yang menarik, khususnya dalam membuka peluang pengembangan bisnis berbasis lingkungan dan perdagangan karbon.

“Ke depan, kami melihat biochar tidak hanya sebagai teknologi untuk mendukung produktivitas pertanian, tetapi juga memiliki potensi menciptakan nilai ekonomi baru melalui penyimpanan karbon jangka panjang. Hal ini menjadi peluang yang menarik bagi Sang Hyang Seri untuk mengembangkan inovasi pertanian yang memiliki manfaat ekonomi sekaligus memberikan kontribusi terhadap keberlanjutan lingkungan,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Legasi Alam Indonesia, Philip Cecil Rickard, menyambut baik kerja sama tersebut sebagai langkah strategis dalam mendorong penelitian dan pengembangan teknologi biochar serta memperluas potensi penerapannya di sektor pertanian Indonesia.

“Kami melihat potensi besar pemanfaatan teknologi biochar dalam mendukung perbaikan kualitas tanah dan pengelolaan pertanian yang lebih berkelanjutan. Melalui kerja sama dengan Sang Hyang Seri, kami berharap dapat mengembangkan penelitian dan inovasi yang tidak hanya berorientasi pada kemajuan teknologi, tetapi juga dapat diterapkan secara nyata untuk memberikan manfaat bagi sektor pertanian,” ujar Philip.

Menurut Philip, sinergi antara pengembangan teknologi dan pengalaman Sang Hyang Seri di sektor pertanian diharapkan dapat membuka peluang penerapan inovasi yang lebih luas dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

“Kami optimistis sinergi ini dapat membuka peluang pengembangan solusi pertanian yang lebih inovatif, ramah lingkungan, dan memberikan nilai tambah bagi petani, sekaligus mendukung upaya bersama dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional,” tambahnya.

Bagi Sang Hyang Seri, kerja sama ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam memperkuat ekosistem pertanian dan perbenihan nasional melalui pengembangan inovasi, peningkatan produktivitas, serta pemanfaatan teknologi yang mendukung keberlanjutan usaha pertanian.

Selain mendukung pengembangan teknologi budidaya, pemanfaatan biochar juga membuka peluang bagi Sang Hyang Seri untuk menjajaki model bisnis pertanian rendah karbon. Pengembangan potensi tersebut diharapkan dapat memperluas sumber nilai tambah perusahaan, dengan tetap memperhatikan kelayakan teknis, mekanisme pengukuran dan verifikasi penyimpanan karbon, serta ketentuan perdagangan karbon yang berlaku.

Sebagai perusahaan yang memiliki pengalaman panjang di sektor perbenihan nasional, Sang Hyang Seri terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperkuat kegiatan penelitian, pengembangan teknologi, dan penerapan inovasi yang dapat memberikan manfaat bagi petani serta meningkatkan daya saing sektor pertanian Indonesia.

Kerja sama dengan PT Legasi Alam Indonesia ini juga diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membuka peluang pengembangan teknologi yang mendukung efisiensi pemanfaatan sumber daya pertanian, peningkatan kualitas lahan, dan penerapan praktik budidaya yang lebih berkelanjutan.

Ke depan, kedua perusahaan akan menjajaki tindak lanjut kerja sama melalui penyusunan program dan kegiatan yang lebih konkret sesuai dengan kebutuhan, kompetensi, dan kesepakatan bersama.

Melalui kolaborasi ini, Sang Hyang Seri menegaskan komitmennya untuk terus bertransformasi menjadi perusahaan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan inovasi pertanian, sekaligus berkontribusi dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan pengembangan pertanian rendah karbon secara berkelanjutan.