Dorong Peningkatan Pasokan Cadangan Pangan Pemerintah, NFA Bersama SHS Kerja Sama Bangun Budidaya Pertanian Berbasis Bibit Unggul

Facebook
LinkedIn
WhatsApp
Telegram

JAKARTA – Dorong peningkatan pasokan beras untuk Cadangan Pangan Pemerintah (CPP), Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) bangun kolaborasi dengan Holding BUMN Pangan ID FOOD melalui pengembangan demonstrasi area untuk penguatan cadangan pangan. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara keduabelah pihak pada, Rabu, (24/5/2023), di Jakarta.

Kepala NFA Arief Prasetyo Adi dalam keterangannya mengatakan, kerja sama ini bertujuan untuk membangun dan mewujudkan pola pertanian yang efisien, presisi, serta bernilai tambah melalui produktivitas padi yang tinggi. “Kerja sama demonstrasi area penanaman benih unggul ini disiapkan sebagai pilot project yang ke depannya akan dikembangkan dalam skala budidaya yang lebih besar melalui pola kemitraan dengan para petani,” ujarnya setelah menyaksikan penandatanganan.

Arief mengatakan, demonstrasi area penanaman tersebut dilaksanakan di lahan pertanian dengan luas sekitar 47,25 Ha milik PT Sang Hyang Seri (SHS), Anak Perusahaan ID FOOD, yang berlokasi di Sukamandi, Subang. “Dalam pelaksanaanya, NFA bertugas melakukan pengawalan inovasi dan teknologi,” ujarnya.

Arief menargetkan uji coba ini memberikan hasil yang signifikan dengan rata-rata produktivitas sekitar 8 ton per ha. “Pola budidaya terbaik nantinya akan dikembangkan secara lebih masif baik di lahan SHS seluas 3.200 Ha di Sukamandi maupun di seluruh Indonesia melalui pola kemitraan dengan para petani,” terangnya.

Ia juga mendorong implementasi pembudidayaan ini dapat diintegrasikan dengan program Makmur yang merupakan program penguatan ekosistem pertanian terintegrasi yang digagas Kementerian BUMN. “Sehingga bisa dilakukan kerja sama dalam lingkup yang lebih luas lagi termasuk dari sisi pupuk, penyerapan, dan pendanaan, atau korporatisasi pertanian,” ujarnya.

Arief berharap, kerja sama yang masif dalam pengembangan demonstrasi area untuk penguatan cadangan pangan ini dapat berjalan secara komprehensif, sehingga produktivitas padi yang dihasilkan bisa menjawab tantangan penyediaan CPP untuk komoditas beras. “Dari hasil Demplot awal ini kita arahkan SHS dapat mulai memasok beras ke Perum Bulog baik untuk mengisi Cadangan Beras Pemerintah atau stok beras komersial Bulog, yang terpenting mulai saja dulu, sambil secara bertahap kita tingkatkan produksi beras SHS,” ujar Arief.

Lebih lanjut, ia meyakini, kerja sama ini merepresentasikan Closed Loop pertanian yang baik melalui pola kemitraan agribisnis hulu-hilir dengan ekosistem yang terintegrasi. Ini juga sebagai wahana bagi pengembangan teknik pertanian yang inovatif, dengan fokus pada efisiensi sumber daya, penggunaan teknologi modern, dan praktik pertanian yang berkelanjutan.

“Dengan kerja sama yang baik bersama Kementerian/Lembaga terkait, diantaranya bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan BUMN, kita sudah siapkan aspek pendukungnya dari mulai pupuk, teknologi, teknik budidaya, sistem logistik, serta jaminan pasar atau off taker-nya,” ungkapnya.

Dengan model seperti ini, Arief berharap penguatan stok pangan menghadapi krisis pangan khususnya beras dapat memberikan dampak positif bagi ketahanan pangan nasional sebagaimana ditekankan Presiden Joko Widodo dalam berbagai kesempatan.

Sementara itu, Sekretaris Utama NFA Sarwo Edhy mengatakan, pada uji coba penanaman ini akan dijalankan melalui 3 pola demplot dengan melibatkan 3 teknologi yang berbeda. “Dari 3 skema tersebut akan dinilai dan dipilih mana pola budidaya yang menghasilkan produktivitas paling baik, selanjutnya akan diterapkan dan dikembangkan pada 3.200 Ha lahan SHS dan lahan di luar dengan target 500 ribu Ha,” ungkapnya.

Direktur Utama ID FOOD Frans Marganda Tambunan yang hadir menyaksikan penandatanganan MoU, mendorong SHS untuk mengerahkan segala potensi yang ada sehingga kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi upaya peningkatan kesejahteraan petani serta kemajuan industri pangan nasional. “Kita tunjukkan bahwa SHS sebagai satu-satunya anak perusahaan BUMN yang bergerak di bidang perbenihan ini bisa diandalkan untuk kebangkitan Pertanian, khususnya padi,” ujarnya.

Lebih lanjut Direktur Utama SHS Adi Cahyono Nugroho menjelaskan rencana SHS ke depan untuk membangun kerja sama pengadaan gabah/beras dengan Perum BULOG baik melalui skema pengadaan CBP maupun komersial. Ia meyakini melalui kolaborasi dan sinergi semacam ini, SHS dapat berkontribusi dalam pewujudan Closed Loop Pangan yang tengah dibangun NFA.

“Kita akan bikin semacam value chain dengan BULOG bagaimana kita bisa di daerah sentra-sentra pangan kita bikin resi gudang di situ untuk kita sambungkan dengan BULOG untuk suplai gabah maupun beras,” ungkapnya.